PENEMUAN HEWAN-HEWAN UNIK
Peneliti Temukan Kelelawar Unik Persis Panda
Dalam sebuah ekspedisi ke Sudan Selatan, Afrika tahun lalu, salah seorang ahli biologi di Pennysylvania Bucknell University, DeeAnn Reeder, Ph.D menemukan spesies yang tidak biasa. Ia menemukan kelelawar unik yang terlihat mirip dengan seekor panda.
Kelelawar yang ia sebut sebagai kelawar panda (panda bat) ini merupakan spesies kelelawar pertama yang berhasil ditemukan di negara Afrika. Karena memiliki anatomi unik yang berbeda dengan spesies kelelawar lainnya, peneliti ingin menempatkan kelelawar tersebut ke dalam genus baru.
Dilansir TheHuffingtonPost, Kamis (11/4/2013), Reeder menceritakan ia berhasil menangkap hewan nokturnal itu saat sedang melempar jala di sungai di Bangangai Game Reserve untuk meneliti keanekaragaman hayati disana.
“Ketika saya dan tim melihat apa yang berhasil ditangkap, saya sungguh terkejut. Bagaimana tidak, kami berhasil menangkap spesies langka seperti ini,” ungkapnya.
Tim peneliti meyakini bahwa spesies ini termasuk dalam genus Glauconycentris, sama seperti spesies kelelawar yang pertama kali ditemukan di Kongo pada 1939. Merasa tidak yakin, akhirnya Reeder pun mengirimkan sampel ini ke Smithsonian Institution di Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk dianalisis lebih lanjut.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelelawar yang ditemukan di Sudan tersebut tidak cocok masuk dalam genus Glauconyteris. Sebab dilihat dari bentuk dan ukuran tengkorak dengan garis-garis yang unik membuatnya berbeda.
“Ini jelas masuk ke dalam genus baru. Kami pun sepakat menamainya dengan Niumbaha, yang berarti ‘langka’ atau ‘tidak biasa’ dalam bahasa orang-orang daerah,” lanjutnya. Peneliti sampai dengan saat ini baru berhasil menemukan empat kelelawar lain yang berasal dari spesies yang sama.
(okezone/11/4/13)
Cacing setan
Panjangnya cuma 0,5 mm, namun cacing yang sangat kecil ini hidup di kedalaman yang ekstrem di Bumi. Dia ditemukan di kedalaman 1,3 km di tambang emas di Afrika Selatan. Spesies ini tahan hidup di daerah yang bertekanan dan bersuhu tinggi bak neraka. Karena ukurannya yang sangat kecil, cacing ini hanya bisa dilihat oleh mikroskop elektron. Cacing ini bernama latin Halicephalobus mephisto.
Panjangnya cuma 0,5 mm, namun cacing yang sangat kecil ini hidup di kedalaman yang ekstrem di Bumi. Dia ditemukan di kedalaman 1,3 km di tambang emas di Afrika Selatan. Spesies ini tahan hidup di daerah yang bertekanan dan bersuhu tinggi bak neraka. Karena ukurannya yang sangat kecil, cacing ini hanya bisa dilihat oleh mikroskop elektron. Cacing ini bernama latin Halicephalobus mephisto.

Ubur-ubur kotak bermata
ubur ini merupakan spesies baru yang ditemukan di Kepulauan Bonaire, Dutch Caribbean. Tapi awas, cantik-cantik begini dia sangat beracun. Warga lokal yang tersengat ubur-ubur ini biasanya berteriak “Oh boy!”. Karena itu spesies ini dinamakan Tamoya ohboya. Keistimewaan ubur-ubur ini dibanding dengan ubur-ubur lainnya adalah dia memiliki mata untuk memandu navigasinya.
Tarantula biru
Tarantula Sazima adalah laba-laba raksasa berwarna biru yang ditemukan di pegunungan Brasil. Nama latin laba-laba biru ini adalahPterinopelma sazimai.
Kaki seribu raksasa
Cacing berkaki seribu ini berukuran raksasa, 6,3 inci alias 16 cm dengan diameter 1,5 cm. Ada 56 segmen tubuhnya. Tak heran hewan bernama latin Crurifarcimen vagans ini dijuluki ‘Wandering leg sausage’ karena penampakannya besar seperti sosis. Hewan ini ditemukan di salah satu tempat biodiversitas dunia, Pegunungan Arc, sebelah timur Tanzania.
Lebah parasit kecil
Lebah parasit kecil ini hanya berukuran 1 cm, ditemukan di tanah di Madrid, Spanyol. Parasit ini menumpangkan telurnya di tubuh semut. Tak perlu waktu lama dia menaruh telur-telurnya, seperti pesawat pengebom dari atas yang menyerang dan menaruh telur, lebah bernama latin Kollasmosoma sentum hanya butuh waktu 1/20 detik per telur.
Kunjungi : http://www.unikbaca.com/2012/11/penemuan-hewan-terbaru.html#ixzz2WlB8MDcI
No comments:
Post a Comment